Graf dan Topologi Jaringan
Abstract –
Topologi
jaringan adalah pola hubungan antara periferal-periferal dalam suatu jaringan
(CPU, hub / concentrator). Makalah ini membahas tentang studi dan implementasi
Graf dengan sifat-sifat yang ada didalamnya untuk diterapkan dalam perencanaan
struktur jaringan dalam hal tata-letak periferal, aliran data, proses, dsb.
Perencanaan struktur jaringan ini dapat berbeda sesuai dengan topologi jaringan
yang diterapkan. Ada 3 jenis topologi jaringan, yaitu : Signal Topology,
Logical Topology, dan Physical Topology. Namun yang dibahas lebih mendalam di makalah
ini adalah Physical Topology karena lebih mudah untuk dideskripsikan secara
aktual dan karena mempunyai klasifikasi khusus di dalamnya. Physical Topology
dapat dikategorikan menjadi beberapa bentuk topologi antara lain : topologi
bintang, topologi cincin, topologi pohon, dsb. Masing-masing topologi ini
memiliki kelebihan dan kekurangan, misalkan mengenai periferal yang dibutuhkan,
manajemen jaringan dalam mendeteksi gangguan pada jaringan, fleksibilitas
jaringan, dsb. Graf diimplementasi pada topologi jaringan dengan maksud agar,
untuk skala yang lebih luas dan jaringan bercabang banyak, optimasi jaringan
yang dilakukan, misalkan mnghitung kebutuhan kabel, atau menghitung jumlah
periferal maksimum yang bisa ditambahkan, bisa dilakukan dengan mudah, yaitu menggunakan
hukum-hukum dan teorema dalam graf.
1.
PENDAHULUAN
Komputer saat ini bukan hanya perangkat yang
berdiri secara tunggal. Untuk keperluan akses data yang lebih efisien dan
tugas-tugas yang melibatkan computer lain, komputer harus bekerja pada sistem
jaringan yang kompak dan saling terhubung. Lebih jauh lagi, setelah adanya
internet, saat ini jaringan bukan hanya untuk sekedar menghubungkan
komputer-komputer pada area yang terbatas, tapi jaringan telah berkembang,
yaitu memungkinkan komputer menjadi perangkat yang dapat menghubungkan dua
tempat yang berjarak sangat jauh, maupun sebagai media pertukaran informasi.
Dalam jaringan, terjadi transfer data antar komputer, sehingga tasks yang
dijalankan sangat tergantung pada jaringan itu sendiri. Setiap komputer yang
ada dalam jaringan saling terhubung dengan suatu pola hubungan. Arus data yang
mengalir juga sangat ditentukan kecepatan serta efisiensinya bersasarkan pola
jaringan yang digunakan.
Topologi merupakan suatu pola hubungan antar terminal
dalam jaringan komputer. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, pola ini
sangat erat kaitannya dengan metode akses dan media pengiriman yang digunakan.
Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari
masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun
penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data. Pada topologi
jaringan, pola hubungan yang digunakan, aliran data, dan strukturnya
diimplementasi dari pola hubungan dalam graf dan secara khusus, terdapat
topologi yang mengimplementasikan pohon sebagai bentuk khusus graf dalam
struktur jaringan.
2.
PEMBAHASAN
Seperti
yang dijelaskan di atas, topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan
geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan
station.
Secara
umum topologi dapat dikategorikan menjadi 3:
1. Signal Topology
Tata
letak pada koneksi actual antar nodes pada sebuah jaringan, yang melalui jalur
yang diambil sinyal ketika beinteraksi dengan nodes yang lain.
2. Logical Topology
Logical
Topologi secara definisi memiliki kemiripan dengan Signal Topologies. Definisi dari
Logical Topology adalah jalur yang diambil oleh data, antar nodes dalam
jaringan. Sedangkan pada signal topologies didasarkan pada sinyal.
3. Physical Topology
Tata
letak nodes dari sebuah jaringan dan hubungan yang terjadi secara aktual
(fisik) di antaranya. Misalkan layout dari kabel ,lokasi dari nodes, dan
interkoneksi antara nodes dengan kabel pada jaringan. Physical
Topology diklasifikasikan menjadi beberapa bentuk topologi, yaitu :
1. Point to
Point (Titik ke titik)
2. Star Network (Jaringan Bintang)
3. Ring
Network (Jaringan Cincin)
4. Mesh Network
5.
Tree Network (Jaringan Pohon)
2.1
Point to Point
Jaringan
titik ke titik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat
digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak
dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan jalur komunikasi biasa.
Pada
jenis topologi ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga
simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan. Data
dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima.
Kelebihan
Topologi Point to Point
- Mudah menghubungkan antar komputer.
- Membutuhkan kabel yang pendek.
Kekurangan
Topologi Point to Point
- Seluruh jaringan akan mati bila kabel utama
terputus.
- Sulit mencari dan memperbaiki kerusakan
apabila terjadi kerusakan pada jaringan.
- Tidak mungkin dimplementasikan pada
jaringan dengan banyak komputer.
2.2
Star Network
Topologi jaringan dimana setiap nodes dalam
jaringan terhubung dengan node pusat dengan hubungan point to point.
Semua data yang ditransmisikan ke node dalam jaringan selalu ditransmisikan ke
node pusat yang kemudian ditransmisikan ke nodes di dalam
jaringan,
walupun node pusat mungkin juga sebuah titik koneksi biasa tanpa ada perangkat
aktif untuk mengulang sinyal.
Sebuah
koneksi point to point kadang dikategorikan sebagai bagian khusus dari
topologi star. Maka dari itu jenis jaringan terkecil dari topologi star
network akan terdiri dari sebuah koneksi point to point ke node kedua
yang diatur oleh hub. Berdasarkan hal tersebut,
tipe
jaringan terkecil berikutnya dari topologi star network terdiri dari
satu node pusat yaitu hub dengan dua koneksi yang terpisah ke dua
nodes cabang.
Walaupun
kebanyakan jaringan yang didasarkan pada topologi ini memerlukan penggunaan hub
sebagai node pusat, namun masih ada kemungkinan untuk mengimplementasikan
sebuah jaringan yang didasarkan pada topologi star dengan menggunakan sebuah
komputer atau bahkan titik koneksi biasa sebagai hub atau node pusat. Model
jaringan bintang ini relatif sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh
pihak bank yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar
dipelbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, segala macam kegiatan
yang ada di kantor cabang dapat dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik.
Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini
guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.
Topologi
ini dirancang dengan setiap node (file server, workstation, dan
periferal) terhubung secara langsung ke jaringan pusat atau biasa disebut concentrator.
Data pada sebuah jaringan bintang selalu melalui hub atau concentrator
sebelum menuju sasaran. Hub atau concentrator mengatur dan
mengelola seluruh jaringan. Selain itu, hub juga dapat berperan sebagai repeater
untuk data flow. Konfigurasi semacam ini biasanya memakai kabel twisted
pair. Selain itu bisa juga memakai kabel coaxial ataupun kabel fiber
optik.
Kelebihan
Topologi Star Network
- Jaringan tidak
mudah terganggu oleh adanya koneksi baru maupun saat adanya computer yang tidak
disembung.
- Mudah mendeteksi gangguan pada jaringan.
- Mudah pengaplikasiannya.
Kekurangan
Topologi Star Network
- Memerlukan kabel yang cukup panjang.
- Jika hub/concentrator gagal berfungsi
maka semua jaringan akan terputus.
- Lebih mahal dengan adanya concentrator.
Peralatan
Yang Digunakan dalam Topologi Star Network
Jenis
NIC Ethernet Card, LocalTalk Kabel Twisted Pair, Fiber Optic Connector RJ-45,
ST Connector, SC Connector Protokol Ethernet, LocalTalk Hub/Switch 10Base 8
ports , 10Base 16ports , Ethernet Hub/Switch 8 ports , Ethernet Hub/Switch 16
ports
2.3
Ring Network
Topologi
Cincin merupakan topologi jaringan yang tertua. Topologi Ring Network ini
diperkenalkan dengan penyesuaian analog dan digital yang digunakan dalam sistem
telepon. Sesuai dengan namanya, strukturnya berbentuk seperti cincin. Perangkat
yang biasa digunakan untuk topologi ini ialah hub. Topologi jaringan ini
memiliki struktur dengan setiap nodes dalam jaringan terhubung dengan kedua
nodes yang lain di jaringan dan dengan node pertama dan terakhir saling
terhubung satu sama lain, membentuk cincin. Semua data yang ditransmisikan diantara
nodes dalam jaringan berjalan dari satu node ke node berikutnya dengan pola
sirkuler dan data umumnya lompat secara searah.Pada jaringan ini terdapat
beberapa peralatan yang saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya
akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak
memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas
data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan
berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju.
Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah.
Data
yang dikirim atau diterima tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama,
pesan yang ada akan disampaikan dari titik ke titik lainnya dalam satu arah.
Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada,
maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu data kemudian akan
ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada
tempat yang dituju.
Konfigurasi
semacam ini relatif lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan
bintang. Hal ini disebabkan karena setiap simpul yang ada akan bertindak
sebagai komputer yang akan mengatasi setiap masalah yang dihadapi, serta harus
mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan. Di samping itu,
sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system),
dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.
Kelebihan
Topologi Ring Network
- Aliran data cepat.
- Mampu melayani lalu lintas data yang padat.
- Waktu yang diperlukan dalam mengakses data optimal.
- Komunikasi antar terminal mudah.
- Tidak terjadi data-collision.
Kekurangan
Topologi Ring Network
- Memerlukan kabel yang lebih panjang
- Jika kabel utama bermasalah maka semua
jaringan akan terputus.
- Penambahan dan pengurangan terminal sukar dilakukan.
Peralatan
Yang Digunakan dalam Topologi Ring Network
Jenis
NIC Token Ring Card, Kabel Twisted Pair, Connector RJ-45, Protokol Token Ring
Alat
Lain MAU (Multistation Access Unit), untuk menghantar data melalui cincin
2.4
Mesh Network
Topologi
ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
2.4.1
Full Mesh
Jenis
topologi jaringan dimana masing-masing nodes dari jaringan terhubung dengan
nodes lain dalam jaringan dengan hubungan point to point. Ini membuat semakin
mungkin dari data untuk ditransmisikan dari setiap node tunggal. Fully
connected mesh topology ini secara umum terlalu mahal dan rumit untuk diterapkan.
Walapun topologi ini digunakan ketika hanya ada sejumlah nodes untuk saling berhubungan.
Pada fully connected network yang terdiri dari sebanyak n node,
terdapat p=n(n-1)/2 direct paths atau cabang. Dengan p adalah
jumlah cabang dalam jaringan.
2.4.2
Partial Mesh
Jenis
topologi jaringan dimana beberapa nodes dari jaringan yang terhubung lebih dari
satu nodes dengan koneksi point to point. Hal tersebut memungkinkan user mengambil
manfaat yang diberikan oleh physical fully connected mesh topology tanpa
biaya dan kompleksitas yang diperlukan untuk sebuah koneksi antar node dalam
jaringan.
2.5 Tree
Network
Topologi
jaringan pohon memadukan karakteristik dari jaringan linier dan jaringan
bintang. Jaringan ini terdiri dari sekumpulan workstation berkonfigurasi
dengan struktur bintang yang terhubung dengan kabel bus backbone. Jaringan
pohon memungkinkan perluasan dari sub jaringan yang telah ada.
Pada
jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul
yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah
tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu.
Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 ke komputer node-7 seperti
halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum
berakhir pada node-7.
Keunggulan
jaringan model pohon seperti ini adalah dapat terbentuknya suatu kelompok yang
dibutuhkan setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok
yang terdiri atas terminal pembukuan, serta kelompok lain dibentuk untuk terminal
penjualan. Adapun kelemahannya adalah apabila simpul yang lebih tinggi tidak
berfungsi, maka kelompok lain yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi
tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif lambat.
Kelebihan
Topologi Tree Network
- Koneksi secara langsung (point to point)
pada segmen jaringan tunggal.
- Topologi jaringan ini didukung oleh
beberapa vendor hardware dan software.
Kekurangan
Topologi Tree Network
- Cakupan segmen jaringan tergantung dari
kabel.
- Jika jalur backbone putus, seluruh
segmen jaringan akan putus.
- Pengimplementasiannya sulit.
Dalam
membangun jaringan pohon, harus dipertimbangkan protokol Ethernet yang
mengikuti aturan 5-4-3. Salah satu aspek dari Ethernet protocol mensyaratkan
bahwa sinyal yang dikirim menjangkau setiap bagian jaringan dalam waktu waktu
tertentu. Setiap ada sinyal yang melewati concentrator atau repeater membutuhkan
alokasi waktu yang lebih
lama.
Sehingga aturan ini menyatakan bahwa di antara dua simpul jaringan hanya boleh
ada maksimum 5 segmen jaringan yang terhubung dengan 4 repeater/concentrator.
Kemudian, hanya boleh 3 dari segmen itu boleh disi dengan segmen jaringan yang baru
jika dihubungan dengan kabel coaxial. Aturan ini dapat dilihat dengan
contoh pada gambar 6. Namun aturan ini tidak berlaku pada protokol lain.
3. PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
3.1
Kasus Uji Pengujian Topologi Jaringan
Berdasarkan
tata rancang dan teknik pengujian yang telah dijelaskan, maka dirancang
kasus-kasus uji sebagai berikut :
1.
Kasus Uji 1
bertujuan
untuk melihat implementasi graf dalam topologi jaringan.
2.
Kasus Uji 2
bertujuan
untuk menguji kebenaran teori graf yang juga berlaku pada topologi jaringan.
3.2
Evaluasi Hasil Pengujian AESEncryptor
3.2.1
Kasus Uji 1
Pada
kasus uji 1 dibandingkan dengan graf untuk dianalogikan strukturnya dengan
struktur pada topologi jaringan, misalnya :
Point
to point
Struktur
dari topologi jaringan ini dapat digambarkan dengan graf.
Simpul
dari graf di atas dianalogikan sebagai CPU.
Star
Network
Graf
yang diimplementasikan pada topologi jaringan ini adalah
4 buah simpul di
kanan adalah CPU sedangkan simpul yang dikiri adalah concentrator atau hub.
Ring
Network
Graf
yang diimplementasikan pada topologi ring network dapat digambarkan sebagai
berikut :
Graf
ini adalah graf teratur dengan simpul yang masing-masing berderajat 2.
Masing-masing simpul pada graf ini adalah CPU.
Tree
Network
Graf
yang bersesuaian adalah suatu pohon yang merupakan bentuk khusus dari graf.
Pohon ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Akar
pertama dari pohon di atas adalah server. Sedangkan akar pada level
kedua adalah concentrator atau hub. Sedangkan daun dari pohon ini
adalah CPU. Dari hasil pengujian di atas diketahui bahwa jaringan/network ternyata
memiliki struktur topologi yang dapat diimplementasikan dari graf. Setiap komponen
dalam jaringan dengan topologi tertentu diatur tata letaknya sesuai dengan graf
yang bersesuain.
3.2.2
Kasus uji 2
Pada
kasus uji 2 akan dibuktikan hukum yang berlaku dalam graf, berlaku pula dalam
topologi jaringan.
Graf
Diambil
contoh pada Ring Network. Graf yang bersesuaian dengan topologi jaringan
cincin adalah Graf Teratur dengan simpul berderajat 2. Sesuai teorema pada graf
teratur maka harus berlaku :
e
= n.r / 2
dengan
e =
jumlah sisi graf
n
= jumlah simpul
r
= derajat simpul
ambil
contoh sebuah ring network, simpul adalah CPU, misal jumlah simpul n =
8. Derajat pada struktur ini adalah r = 2 dengan jumlah kabel yang
bersisian dengan CPU berjumlah 2. Maka sesuai rumus berlaku e = 8.2 / 2
= 8 Ternyata benar, pada gambar di atas, jumlah kabel ada 8, sehingga teori
graf juga berlaku pada topologi jaringan ini.
Pohon
Sesuai
teorema pada pohon, jumlah sisi pada sebuah pohon (E) adalah jumlah
simpul minus satu. Dari gambar di atas, didapatkan jumlah simpul adalah jumlah
periferal yaitu n = 10. Sehingga menurut persamaan diatas didapat jumlah
sisi, E = n–1 = 10–1 = 9
Dari
gambar tersebut, jumlah kabel yang menghubungkan masing-masing periferal
berjumlah 9, sehingga topologi pohon mempunyai struktur yang diimplementasi
dari graf pohon. Dari kedua hasil uji diatas didapatkan bahwa topologi jaringan
mempunyai struktur dengan berpedoman pada graf. Sehingga setiap teorema dalam
graf berlaku pula pada topologi jaringan.
4.
KESIMPULAN
Kesimpulan
yang didapat dari studi mengenai implementasi graf pada topologi jaringan
adalah :
Dalam
pemilihan penggunaan topologi jaringan, harus memperhatikan beberapa faktor
berikut :
a)
Dana
Jaringan linear merupakan jaringan
yang membutuhkan dana paling sedikit dalam penginstallan, karena membutuhkan
kabel yang pendek dan tidak membutuhkan hub atau concentrator.
b)
Panjang kabel yang dibutuhkan
Jaringan linier menggunakan kabel
paling pendek diantara semua topologi yang lain.
c)
Expansi jaringan
Jaringan bintang merupakan jaringan
yang paling fleksibel, mudah dalam perluasan
maupun pengurangan jaringan, cukup
dengan menambahkan lagi concentrator/hub.
d)
Tipe Kabel
Tipe kabel yang umum digunakan adalah
kabel unshielded twisted pair yang biasa digunakan pada tipologi
jaringan bintang.
- Teorema-teorema graf telah terbukti
cocok dan bersesuaian dengan topologi jaringan, sehingga optimasi jaringan
dapat dengan mudah dilakukan dengan memanfaatkan teorema-teorema graf, terutama
untuk jaringan yang sangat luas.
- Mempelajari topologi jaringan
merupakan hal yang sangat penting guna menjaga efektifitas jaringan,
fleksibilitas dalam hal perluasan jaringan, aliran data, penanganan kerusakan
jaringan, dsb.
DAFTAR
REFERENSI
1. Munir,
Rinaldi. (2003). Diktat Kuliah IF2153 Matematika Diskrit.edisi keempat, Program
Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut
Teknologi Bandung.
2. Groth,
David; Toby Skandier. 2005. 'Network+Study Guide, Fourth Edition'.
Sybex, Inc.
3. Committee
T1A1 Performance and Signal Processing. 2005. ANS T1.523-2001. Telecom Glossary
2000. ATIS Committee T1A1.
4. Google.com,
Numerous university professor's notes. 2005.
5. Sheldon,
Tom. Token Bus Network. 2006. London:Prentice Hall.
6. Wikipedia
http://wikipedia.org/ Tanggal akses: 28 Desember 2008 pukul 19:00.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar